FLASHNEWS

Analisis Tryout I Bimoli OSN APEPSI 2026


Analisis Hasil Try Out 1 OSN IPS SMP 2026
Try out ini diikuti oleh 91 peserta dari berbagai sekolah dan provinsi. Secara keseluruhan, nilai peserta bervariasi dengan rentang yang sangat lebar, dari nilai tertinggi 98 hingga terendah 16. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan tingkat pemahaman materi IPS yang signifikan di antara para peserta.
· Nilai Tertinggi: 98
· Nilai Terendah: 16
· Nilai Rata-rata: 80.2 (dari 91 peserta yang tercatat dengan data lengkap)

Distribusi Nilai:
Sebagian besar peserta (sekitar 60%) berhasil meraih nilai di atas 80, yang mengindikasikan pemahaman yang cukup baik terhadap materi ujian. Namun, terdapat juga peserta dengan nilai yang masih di bawah 60, yang perlu mendapatkan perhatian lebih dalam pembinaan.

Rentang Nilai Jumlah Peserta Keterangan
90 - 100 23 Sangat Baik
80 - 89 30 Baik
70 - 79 14 Cukup
60 - 69 11 Kurang
< 60 10 Sangat Kurang

Analisis Per Soal (Berdasarkan Jawaban yang Paling Sering Salah)

Soal dengan tingkat kesulitan tinggi dapat diidentifikasi dari tingginya jumlah peserta yang menjawab salah atau bervariasi. Berikut adalah beberapa soal yang perlu dicermati:

1. Soal No. 24 (Pengaruh Interaksi Manusia dengan Lingkungan Alam): Sebagian besar peserta menjawab dengan benar (C. Perubahan iklim dan kerusakan ekosistem). Namun, cukup banyak peserta yang memilih opsi lain seperti B. Peningkatan efisiensi energi atau A. Pelestarian keanekaragaman hayati. Hal ini menunjukkan masih ada yang belum memahami dampak negatif dari interaksi yang tidak berkelanjutan.

2. Soal No. 22 (Pengaruh Karakteristik Geografis terhadap Ekonomi Asia): Soal ini memiliki variasi jawaban yang cukup tinggi. Meskipun mayoritas menjawab D. Semua jawaban benar (yang merupakan kunci jawaban), masih banyak peserta yang hanya memilih salah satu opsi, seperti A. ...potensi besar industri perikanan atau B. ...potensi besar industri pariwisata alam. Ini mengindikasikan peserta cenderung hanya mengingat contoh spesifik, bukan konsep bahwa berbagai karakteristik geografis memiliki pengaruh terhadap kegiatan ekonomi yang beragam.

3. Soal No. 26 (Faktor Pendorong Persebaran Bangsa Asia di Masa Lampau): Soal ini cukup menantang karena menanyakan faktor yang bukan pendorong. Mayoritas peserta menjawab dengan benar (C. Bencana alam), tetapi ada sejumlah peserta yang terkecoh dengan opsi seperti A. Perdagangan, B. Perang, atau D. Penyebaran agama. Soal seperti ini membutuhkan pemahaman konsep yang lebih mendalam, bukan sekadar hafalan.

4. Soal No. 28 (Contoh Kerjasama Ekonomi Negara Islam): Meskipun kunci jawaban C. Organisasi Kerjasama Islam (OKI) adalah yang paling banyak dipilih, cukup banyak peserta yang memilih opsi lain seperti A. ASEAN Free Trade Area (AFTA) (kerjasama regional ASEAN, bukan khusus Islam) atau B. Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) (kerjasama ekonomi Asia-Pasifik). Ini menunjukkan kurangnya pemahaman tentang lembaga kerjasama internasional yang spesifik.

5. Soal No. 29 (Fungsi Utama Lembaga Pendidikan): Jawaban peserta sangat bervariasi. Mayoritas menjawab D. membantu seseorang agar memiliki keterampilan yang diperlukan untuk hidup di masyarakat, namun ada juga yang menjawab C. merangsang partisipasi demokrasi atau B. menciptakan warga negara yang patriotik. Variasi ini menunjukkan bahwa meskipun fungsinya mirip, peserta perlu lebih jeli dalam membedakan fungsi utama dari sebuah lembaga sosial.

Analisis Perbandingan: Nilai Tinggi vs. Nilai Rendah

Peserta dengan Nilai Tinggi (90-98):
· Konsistensi: Mereka sangat konsisten dalam menjawab soal. Jawaban mereka hampir selalu sesuai dengan kunci jawaban, terutama untuk soal-soal yang bersifat faktual dan konseptual.
· Kemampuan Analisis: Mereka unggul dalam soal-soal yang membutuhkan analisis seperti D. Memprediksi cuaca (manfaat peta), D. Inovasi (contoh penyimpangan positif), dan D. Semua jawaban benar untuk soal-soal kompleks. Mereka mampu memilah informasi dan memilih opsi yang paling komprehensif.
· Pemahaman Konsep: Mereka tidak hanya hafal, tetapi memahami konsep inti dari setiap materi, seperti fungsi lembaga sosial, dampak interaksi lingkungan, dan pengaruh kondisi geografis.

Peserta dengan Nilai Rendah (di bawah 60):
· Kurang Konsisten: Jawaban mereka seringkali tidak konsisten dan banyak yang kosong (terutama pada peserta dengan nilai 16).
· Kesulitan pada Soal Konseptual: Mereka lebih sering salah pada soal-soal yang membutuhkan pemahaman konsep, seperti fungsi lembaga (soal 29, 30, 31), faktor pendorong persebaran bangsa (soal 26), dan contoh kerjasama internasional (soal 28).
· Kecenderungan Menebak: Pada soal dengan opsi "Semua jawaban benar" atau kombinasi pernyataan, mereka cenderung memilih opsi yang salah, menunjukkan bahwa mereka tidak sepenuhnya memahami materi sehingga kesulitan menentukan jawaban yang paling tepat.

Perbandingan Antar Daerah
· Provinsi dengan Peserta Terbanyak: Jawa Tengah merupakan provinsi dengan jumlah peserta paling dominan.
· Provinsi dengan Peserta Nilai Tinggi: Jawa Tengah, Kalimantan Barat, dan Lampung memiliki beberapa peserta dengan nilai tertinggi (98). Ini menunjukkan bahwa pembinaan di beberapa sekolah di provinsi tersebut sudah berjalan dengan baik.
· Tidak ada korelasi langsung antara asal daerah dengan perolehan nilai. Peserta dengan nilai rendah juga berasal dari berbagai daerah, termasuk provinsi yang sama dengan peserta bernilai tinggi.

Rekomendasi
1. Pemahaman Konsep Perlu Diperkuat:
   · Banyak peserta yang masih kesulitan pada soal yang menanyakan "kecuali", "bukan", atau yang membutuhkan analisis mendalam.
   · Rekomendasi: Pembinaan perlu difokuskan pada pemahaman konsep, bukan sekadar hafalan. Gunakan metode diskusi, studi kasus, dan latihan soal dengan variasi pertanyaan yang lebih kompleks.

2. Fokus pada Materi yang Paling Sering Salah:
   · Materi tentang lembaga sosial (fungsi, peran, ciri-ciri), kerjasama internasional, dan dampak interaksi manusia dengan lingkungan menjadi area yang paling banyak menimbulkan kesalahan.
   · Rekomendasi: Berikan pendalaman materi dan latihan soal secara intensif pada topik-topik tersebut. Buat tabel perbandingan fungsi lembaga (keluarga, pendidikan, agama, keuangan, dll.) untuk memudahkan peserta membedakannya.

3. Latihan Soal Tipe HOTS (Higher Order Thinking Skills):
   · Soal-soal yang menanyakan hubungan sebab-akibat, analisis pernyataan, dan opsi "Semua jawaban benar" membutuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi.
   · Rekomendasi: Sering-seringlah memberikan latihan soal tipe HOTS. Latih peserta untuk tidak hanya mencari jawaban yang benar, tetapi juga menjelaskan mengapa opsi lain salah.

4. Pembinaan Berkelanjutan untuk Peserta dengan Nilai Rendah:
   · Peserta dengan nilai di bawah 60 membutuhkan perhatian khusus. Mereka mungkin memiliki kesenjangan dalam pemahaman materi dasar.
   · Rekomendasi: Adakan kelas tambahan atau bimbingan khusus untuk peserta dengan nilai rendah. Identifikasi bab-bab mana yang paling tidak mereka kuasai dan fokus pada penguatan dasar-dasar ilmu IPS.

5. Evaluasi dan Simulasi Ulang:
   · Try out ini sudah memberikan gambaran yang baik. Lakukan pembahasan soal secara menyeluruh, terutama untuk soal-soal yang tingkat kesalahannya tinggi.
   · Rekomendasi: Adakan try out kedua dengan materi yang lebih merata dan tingkat kesulitan yang bervariasi untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta setelah pembinaan.

Bimbel OSN IPS APEPSI Tahun 2026

 



Ingin berprestasi di Olimpiade Sains Nasional (OSN) IPS SMP Tahun 2026?

Yuk persiapkan diri dari sekarang dengan Bimbingan Belajar OSN IPS APEPSI Online bersama pengajar berpengalaman!

APEPSI Jalin Kolaborasi dengan Teknik Elektro UNDIP, Gelar Workshop Koding untuk Guru IPS


Menjawab tantangan era digital dalam pendidikan, Asosiasi Pendidik Edukasi Pengetahuan Sosial Indonesia (APEPSI) menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi guru dengan menyelenggarakan Workshop Koding: Integrasi Koding dalam Pembelajaran IPS. Workshop yang digelar pada Kamis, 16 Oktober 2025 ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Program Studi Teknik Elektro, Universitas Diponegoro (UNDIP).

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Siliwangi, Jl. Mgr. Soegijopranoto No. 61, Kota Semarang dari pukul 08.00 hingga 14.00 WIB ini, secara khusus ditujukan bagi guru-guru IPS jenjang SMP dan MTs. Workshop ini bertujuan untuk membekali para pendidik dengan keterampilan pemrograman dasar agar dapat menciptakan pembelajaran IPS yang lebih interaktif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi.

“Kolaborasi dengan Teknik Elektro UNDIP ini adalah terobosan baru. Kami ingin mendekonstruksi anggapan bahwa coding adalah domain eksakta saja. Justru, coding dapat menjadi alat yang powerful untuk memvisualisasikan konsep-konsep sosial yang abstrak, seperti alur perdagangan, dinamika populasi, atau simulasi peristiwa sejarah,” ujar Sarwanta, M.Pd Ketua Umum APEPSI.


Scratch dan Python untuk Pembelajaran Kontekstual

Materi workshop difokuskan pada dua platform coding yang aplikatif: Scratch dan Python. Para peserta tidak hanya diajari sintaks dasar, tetapi lebih ditekankan pada cara mengintegrasikannya ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

  1. Scratch: Platform pemrograman visual ini diperkenalkan untuk membuat simulasi interaktif, game edukasi sederhana tentang tokoh sejarah, atau animasi yang menjelaskan proses sosiologis dan ekonomi. Dengan Scratch, guru dapat menciptakan media ajar yang menarik tanpa perlu khawatir dengan kode yang rumit.

  2. Python: Pengenalan Python difokuskan pada pembuatan visualisasi data sederhana. Misalnya, guru dapat mengajak siswa untuk menganalisis data kependudukan, indeks pembangunan manusia, atau hasil survei sederhana di kelas, lalu menampilkannya dalam bentuk grafik yang informatif.


“Kami dari Teknik Elektro UNDIP sangat antusias mendukung inisiatif ini. Literasi digital, termasuk coding, adalah keterampilan mendasar di abad 21. Melalui workshop ini, kami ingin menunjukkan bahwa ilmu teknik bisa bersinergi dengan ilmu sosial untuk menciptakan dampak nyata dalam dunia pendidikan,” tutur salah satu Dosen Teknik Elektro UNDIP yang bertindak sebagai pemateri.

Acara berlangsung dinamis dengan metode hands-on practice, di mana para guru langsung mempraktikkan pembuatan kode dengan didampingi oleh tim asisten laboratorium dari UNDIP. Antusiasme peserta terlihat jelas, banyak di antara mereka yang menyatakan bahwa workshop ini membuka wawasan baru tentang metode mengajar.


“Awalnya saya pikir coding itu sulit dan tidak ada hubungannya dengan IPS. Ternyata, dengan Scratch, saya bisa membuat simulasi interaktif ‘Lalu Lintas Rempah Nusantara’ yang akan membuat siswa saya lebih mudah memahami materi. Sangat inspiratif!” ujar Sari, salah satu guru peserta dari Semarang.

Dengan diselenggarakannya workshop ini, APEPSI berharap dapat memicu gelombang inovasi dalam pembelajaran IPS di Indonesia. Integrasi koding diharapkan tidak hanya meningkatkan minat belajar siswa, tetapi juga melatih mereka untuk berpikir logis, sistematis, dan kreatif dalam menganalisis permasalahan sosial.

APEPSI Pererat Silaturahmi Melalui Outbound dan Ramah Tamah di New Rivermoon Klaten


Dalam rangka mempererat hubungan antar pengurus dan anggota, Asosiasi Pendidik Edukasi Pengetahuan Sosial Indonesia (APEPSI) menyelenggarakan kegiatan outbound dan ramah tamah pada tanggal 12 Oktober 2025 jam 08.00-14.00 WIB . Acara yang bertempat di New Rivermoon, Klaten ini berhasil menghadirkan suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan diikuti oleh 30 orang peserta.

Kegiatan ini dirancang sebagai wadah untuk membangun chemistry dan komunikasi yang lebih solid di antara para pengurus dan anggota APEPSI. Dengan memadukan unsur permainan tim (team building) dalam outbound dan kehangatan dalam sesi ramah tamah, acara bertujuan untuk merevitalisasi semangat kolaborasi dalam menjalankan visi dan misi organisasi.


Hari itu, New Rivermoon yang dikenal dengan pesona alamnya yang asri, menjadi saksi semangat dan tawa rekan-rekan APEPSI. Berbagai permainan outbound yang menantang dan membutuhkan kerjasama tim sukses dilaksanakan. Setiap peserta terlibat aktif, saling mendukung, dan berstrategi untuk mencapai tujuan bersama. Suasana kompetitif yang sehat tercipta, namun tidak mengikis nilai-nilai kekeluargaan yang justru semakin menguat.


Puncak dari serangkaian acara adalah kegiatan river tubing sejauh 2 km di aliran sungai yang jernih. Dengan mengenakan pelampung, seluruh peserta secara beriringan menyusuri sungai, menikmati keindahan alam sekitar sambil merasakan sensasi adrenalindan kesegaran air. Momen river tubing ini tidak hanya menjadi tantangan yang menyenangkan, tetapi juga menjadi metafora perjalanan organisasi, di mana semua anggota harus bergerak bersama, saling menjaga, dan menikmati setiap proses untuk mencapai tujuan.

Setelah menaklukkan sungai, acara ditutup dengan makan bersama dalam suasana yang santai dan penuh kehangatan. Diiringi obrolan ringan dan tawa, makan bersama ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan kegiatan seharian dan memperkuat ikatan persaudaraan.


“Alhamdulillah, acara hari ini berjalan dengan lancar dan penuh sukacita. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap silaturahmi dan sinergi antar anggota APEPSI bisa semakin erat. Semangat kebersamaan yang kita bangun hari ini akan menjadi bahan bakar untuk berkontribusi lebih baik lagi di bidang pengelolaan lingkungan hidup,” ujar Agus Subagyo Dwi Cahyono, Ketua I APEPSI.

Kegiatan outbound dan ramah tamah ini diharapkan dapat menjadi tradisi tahunan APEPSI, terus memupuk rasa memiliki dan kebanggaan sebagai bagian dari satu keluarga besar yang berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan Indonesia

Materi Bimbingan Online OSN IPS SMP Tahun 2025


BAB I. KONDISI GEOGRAFIS INDONESIA

  1. Keunggulan letak, luas, dan geostrategis Indonesia.
  2. Keadaan iklim dan cuaca Indonesia.
  3. Bentuk muka bumi dan aktivitas penduduk Indonesia.
  4. Keragaman flora dan fauna Indonesia.
  5. Potensi dan persebaran sumber daya tanah.
  6. Potensi dan persebaran sumber daya air.
  7. Potensi dan persebaran sumber daya hutan.
  8. Potensi dan persebaran sumber daya tambang.
  9. Potensi dan persebaran sumber daya laut.
  10. Peta dan pemanfaatannya dalam kehidupan.
  11. Jaringan dan sarana transportasi berdasarkan kondisi geografis.
  12. Pengaruh keadaan alam terhadap keragaman mata pencaharian.
  13. Pengaruh kondisi geografis terhadap keragaman sosial budaya.
  14. Pengaruh keunggulan lokasi terhadap kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi), transportasi, dan komunikasi.
  15. Kearifan lokal masyarakat berdasarkan kondisi lingkungan (fisik dan manusia).
  16. Kegiatan wirausaha berbasis teknologi dengan pemanfaatan potensi SDA dan SDM.


BAB II. KELANGSUNGAN KEHIDUPAN NEGARA DI DUNIA

  1. Kondisi geografis negara-negara di Dunia
  2. Pluralitas masyarakat negara-negara di dunia dari etnis,  agama, pekerjaan dan status  sosial
  3. Keunggulan dan keterbatasan ruang dalam kondisi sosial, ekonomi, politik negara di dunua
  4. Peningkatan kualitas penduduk dalam menghadapi persaingan bebas masyarakat dunia
  5. Dinamika Penduduk Benua di Dunia

BAB III. INTERAKSI ANTAR RUANG NEGARA DI ASIA

  1. Karakteristik Fisik Negara Asia dan Pengaruhnya terhadap Kegiatan Sosial Ekonomi dan Budaya
  2. Sejarah persebaran bangsa-bangsa Asia dan pengaruhnya terharap kehidupan sosial dan budaya
  3. Kerjasama antar negara Asia  dan negara-negara di benua lain dalam bidang ekonomi, budaya dan pendidikan

BAB IV. KELEMBAGAAN SOSIAL, BUDAYA, EKONOMI DAN POLITIK
  1. Pengertian, Fungsi dan Ciri-Ciri Kelembagaan Sosial
  2. Jenis dan Peran Kelembagaan Sosial
  3. Fungsi Kelembagaan Sosial dalam Peningkatan Kualitas Penduduk, Keragaman Sosial Budaya dan Religi


BAB V. FUNGSI DAN PERAN INSTITUSI SOSIAL
  1. Fungsi dan Peran Institusi Sosial dalam menjaga Ketertiban Masyarakat
  2. Strategi Penanganan Penyimpangan Sosial Melalui Kelembagaan Sosial, Politik, dan Ekonomi

BAB VI. INTERAKSI MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN ALAM, SOSIAL, BUDAYA DAN EKONOMI
  1. Interaksi Manusia dengan Lingkungan
  2. Bentuk-bentuk Interaksi Manusia dengan Lingkungan
  3. Faktor Penyebab dan Permasalahan Akibat Interaksi Manusia dengan Lingkungan Alam, Sosial, dan Ekonomi
  4. Cara Mencegah dan Mengatasi Permasalahan Akibat Interaksi Manusia dengan Lingkungan Alam, Sosial, Budaya, dan Ekonomi

BAB VII. DINAMIKA INTERAKSI SOSIAL DALAM KONTEKS PEMBANGUNAN
  1. Dinamika Interaksi Sosial Manusia dengan Lingkungan dalam Konteks Pembangunan di Indonesia
  2. Perubahan Sosial-Ekonomi pada Masa Orde Reformasi (1998–Sekarang)
  3. Dampak Globalisasi dan Modernisasi pada Perubahan Tatanan Sosial & Budaya

BAB VIII. MOBILITAS SOSIAL
  1. Mobilitas Sosial: Pengertian, Saluran, Bentuk, Dampak, dan Faktor
  2. Pluralitas Masyarakat Indonesia: Keragaman dan Potensinya
  3. Konflik dan Integrasi Sosial dalam Masyarakat Indonesia
  4. Pemberdayaan Masyarakat: Peran Literasi Keuangan & Komunitas dalam Keluarga
BAB IX. PEMENUHAN KEBUTUHAN MANUSIA
  1. Pemenuhan kebutuhan manusia
  2. Kelangkaan dan Kebutuhan Manusia
  3. Kegiatan ekonomi
  4. Tindakan, motif dan prinsip ekonomi
  5. Pelaku Kegiatan Ekonomi
  6. Peran BUMN dan BUMS dalam mengelola SDA
  7. Peran Koperasi / UMKM dengan pemanfaatan teknologi dalam mengelola SDA 
  8. Peran perdagangan Internasional dan pasar bebas dalam kegiatan ekonomi
  9. Kewirausahaan
BAB X. PERAN PELAKU EKONOMI
  1. Permintaan dan penawaran
  2. Keseimbangan konsumen dan produsen
  3. Elastisitas Permitaan dan Penawaran
  4. Struktur pasar
  5. Pasar sebagai wadah interaksi sosial di bidang ekonomi
  6. Nilai guna barang dan jasa
  7. Kebijakan Ekonomi
  8. Diagram Lingkar Kegiatan Ekonomi
  9. Uang dalam Kegiatan Ekonomi
  10. Inflasi
  11. Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank
  12. Ketenagakerjaan
  13. Pendapatan Nasional
  14. Pertumbuhan Ekonomi
  15. Sistem Ekonomi
  16. Kependudukan dan Dampaknya terhadap Pembangunan Nasional
  17. Ekonomi Maritim dan Agrikultur
  18. Peran ASEAN dalam Perekonomian
  19. Ekonomi Kreatif dan Digital
  20. Pusat Keunggulan Ekonomi
  21. Dinamika Interaksi antar Ruang dalam Perekonomian Indonesia
  22. Dinamika Interaksi antar Ruang dalam  Perekonomian secara Regional maupun Global
BAB XI. MASA PRAAKSARA, HINDU BUDDHA DAN ISLAM

BAB XII.  MASA PENJAJAHAN HINGGA TUMBUHNYA SEMANGAT KEBANGSAAN
  1. Aspek geostrategis terhadap munculnya kolonialisme Barat di Indonesia
  2. Dampak Revolusi Industri bagi Indonesia
  3. Perubahan budaya, sosial, pendidikan, teknologi, dan ekonomi pada masa kolonial Barat: Monopoli, Kerja paksa, Sewa Tanah dan Tanam Paksa
  4. Perjuangan rakyat Indonesia dalam menentang kolonialisme dan imperialisme

Webinar APEPSI Praktisi Berbagi Batch 2 Tahun 2025

 



Halo Bapak/Ibu rekan pendidik,

APEPSI kembali mengadakan Webinar Praktisi Berbagi Batch 2 Tahun 2025 dengan topik menarik:

Download Sertifikat Peserta dan Narasumber Diklatnas APEPSI 2025 "Pembelajaran Mendalam dan Bermakna" di Ciamis

Download Sertifikat Peserta dan Narasumber Diklatnas APEPSI 2025: "Pembelajaran Mendalam dan Bermakna"

Backdrop kegiatan

Pada tanggal 26 hingga 29 Januari 2025, Asosiasi Pendidik Edukasi Pengetahuan Sosial Indonesia (APEPSI) menyelenggarakan Diklatnas (Pendidikan dan Pelatihan Nasional) dengan tema "Pembelajaran Mendalam dan Bermakna". Acara ini berlangsung secara tatap muka di Wisma Guru Ciamis dan dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan pendidik yang berfokus pada pengembangan metode pembelajaran yang lebih efektif dan menyeluruh.


Selama empat hari, para peserta mendapatkan materi yang sangat berguna dalam meningkatkan kualitas pengajaran dan keterampilan dalam mengelola kelas dengan pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam. Berikut adalah rangkuman dari kegiatan Diklatnas APEPSI 2025:


Sertifikat Peserta dan Narasumber

Setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Diklatnas APEPSI 2025, peserta berhak untuk mendapatkan sertifikat sebagai bukti partisipasi dan keberhasilan dalam mengikuti pelatihan ini. Sertifikat ini juga dapat diunduh melalui situs resmi APEPSI. (www.apepsi.com)

Untuk para narasumber yang telah berkontribusi dalam menyampaikan materi, sertifikat penghargaan juga akan diberikan sebagai apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya dalam memajukan pendidikan sosial di Indonesia.

Cara Mendownload Sertifikat:

  1. Tekan tombol DOWNLOAD di atas
  2. Pilih jenis sertifikat (Peserta atau Narasumber).
  3. Pilih nomer sesuai nama di bawah ini
  4. Tekan "Download" dan sertifikat akan terunduh dalam format PDF.

Daftar Peserta
  1. AAH MULYATI,S.Pd.
  2. Agliena Nurhayati,S.E.S.Pd.Gr.
  3. AGUNG SETIAWAN
  4. Amat Hidayat. S. Pd
  5. ANDRIE ASTUTIK, M.Pd
  6. APRIDA NINGSIH, SE.,M.M
  7. Arif Effendi, S. Pd
  8. Arum Sri Rejeki Gondo Mastuti, S.E., Gr
  9. Ati Nirwani,S.Pd
  10. BAMBANG  NARWOTO, M.PD
  11. BUDI SETIYARSO, S.Pd., M.Pd.
  12. Budiyaningsih, SE 
  13. CHAMAMI,S.E.,M.Pd.
  14. Choirijah, S.Pd
  15. Dami Huda, S. Pd. I, M. Pd
  16. Dedah Kodariah, S.Pd
  17. Dede Kulsum, S.Pd.I
  18. Deuis Srihidayati
  19. DEWI NILAWATI, S. Pd
  20. DIDNO, S.E
  21. Dra. Ely Rosni
  22. Dra. Hanik Murtafiah, M.Pd
  23. Dra. Heni Herani, M.Pd.
  24. Dra. Maskuroh
  25. Dra. Siti Rumayyah, M.Pd
  26. Dra. Sri Rejeki 
  27. Dra. Sri Widayati, M.Pd.
  28. Dra. SUTJI DAMAYANTI
  29. Dra. Teti Sutriati
  30. Dra. TITIN SUWARTINI
  31. Dra. Wardani Nurmalawati
  32. Dra.Ika Siswanty,M.M
  33. DRA.ST.RUSNIA
  34. Dwi Rahayu Widayati, S.Pd
  35. Ecih Kurniasih,  S.Pd.
  36. Ela Haelatin,S.Pd.I
  37. ELA HERAWATI, S. Pd
  38. Elfi Zufrida, S.Pd., M.M., M.Pd
  39. Ely Endriyani, S.Si
  40. Emi Maschuroh, M Pd.
  41. ENDANG SULASTRI, S.Pd.
  42. Eni Karsinah, S.Pd
  43. ERNAWATI, S. Pd.
  44. Fatimah, S.Pd.
  45. FUJI OKTAVIANI SHOLIHATI, S.Pd
  46. HENI HANIPAH, S.Pd.
  47. Hindun, M.Pd
  48. Hj. ERIN KARTINAH, S. Pd., M. Pd
  49. Hj. Susi Jumiati, S. Pd. 
  50. Ika Yustikasari, S. Pd
  51. Ine Anggraeni S.Pd
  52. JUNAEDI, S.E
  53. Mimin Hermina, S.Pd
  54. Muhammad Dzulfikri Haikal Romadlon, SE, MA
  55. Muhammad Syukur, S.Pd.
  56. Ni Wayan Dewi Susanti, Amd,SP.d, MM
  57. Nia Yumnia, S.Pd
  58. Ninik Nurati, S.Pd.
  59. Ninik Zumrotus Sholikah, SPd
  60. NUR AFIDATUTTQMAH SE
  61. Nurhikmah,S.pd
  62. NURJANNAH, S.Pd
  63. Puji Hartati, S. Pd. 
  64. RABIAH, S.Pd
  65. RATNA KARTIKA, S. Pd. 
  66. Reni Andriani, S.Pd
  67. Rina Nurhayati, S.Pd.
  68. Sarwanta, MPd
  69. Sasotya Purnamaningsih, S.Pd.
  70. SITI MARYAM, S.Pd
  71. SITI RAHAYU NINGSIH,S.Pd
  72. SRI ERNAWATI, S.Sos
  73. Sri Jatnika, S.Pd.
  74. SRI PALUPI WIDIASTUTI, S.Pd.
  75. Sri Sudarmi,  S.Pd
  76. Sri Wahyuningsih, S. Pd.
  77. Sri Wulandari, Spd
  78. Sriniti Herawati, S.Pd. M.Pd.
  79. Sumiati, SE
  80. Surandi, S.Pd., M.Pd.
  81. SURANI TRI RAHAYU, M.Pd.
  82. Susiana, S.E., Gr.
  83. Suyati,M.Pd
  84. TANTI LISTIYANI, S.Pd.
  85. Titi Setiawati, S. Pd
  86. TITIN KARTINI, S.Pd
  87. Wartono, M.Pd
  88. Witono
  89. Wiwik Suryaningsih, S.Pd. 
  90. Wiwin Supriyaningsih, S.Pd.
  91. Yelfida Witra, M.Pd
  92. YENY SUWARTINI
  93. YETI HARTINI, M.Pd
  94. Yoyok Ardianto, S.E

Daftar Narasumber
  1. BUDI SETIYARSO, S.Pd., M.Pd.
  2. DIDNO, S.E
  3. Elfi Zufrida, S.Pd., M.M., M.Pd
  4. H. Ikin, S.Pd., M.Pd.
  5. Sarwanta, MPd
  6. Suyati,M.Pd
  7. Ujang Karmana, S.Pd., M.Pd.
  8. Witono, M.Pd

Diklatnas APEPSI Ciamis, Berjuta Makna Berjuta Kenangan

 

Pembukaan Diklatnas APEPSI 2025 di Wisma Guru Ciamis

Hari Minggu tanggal 26 Januari 2025 APEPSI menggelar kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Nasional (Diklatnas APEPS) yang kali ini digelar di Wisma Guru Ciamis Jawa Barat.  

Postingan Lama NEWER POSTS